Vibe Coding: Pro dan Kontra yang Perlu Dipahami oleh Engineer
3 min read

Vibe Coding: Pro dan Kontra yang Perlu Dipahami oleh Engineer

Istilah vibe coding semakin sering digunakan di dunia software engineering. Sebagian menganggapnya sebagai simbol kreativitas dan kecepatan, sementara yang lain melihatnya sebagai penyebab kode berantakan dan sulit dirawat.

Masalahnya, perdebatan ini sering kali terlalu hitam-putih. Padahal, seperti banyak praktik dalam engineering, vibe coding memiliki konteks di mana ia berguna, dan konteks di mana ia berbahaya.

Artikel ini membahas pro dan kontra vibe coding secara teknis dan realistis, tanpa glorifikasi maupun demonisasi.


Apa yang Dimaksud dengan Vibe Coding (Singkat)?

Vibe coding adalah gaya menulis kode yang:

  • Minim perencanaan awal
  • Mengandalkan intuisi dan eksplorasi
  • Fokus pada kecepatan dan hasil cepat
  • Sering bersifat trial-and-error

Ini bukan metodologi resmi, melainkan cara kerja informal.


PRO: Kelebihan Vibe Coding

Kecepatan Eksekusi Sangat Tinggi

Vibe coding memungkinkan engineer:

  • Langsung menulis kode tanpa desain panjang
  • Menghindari overthinking
  • Menghasilkan sesuatu yang “jalan” dengan cepat

Cocok untuk:

  • Proof of concept (PoC)
  • Prototyping
  • Hackathon
  • Eksperimen fitur

Mendorong Eksplorasi dan Kreativitas

Tanpa batasan struktur ketat:

  • Engineer bebas mencoba ide
  • Solusi tidak terikat pola lama
  • Cocok untuk problem yang belum jelas bentuknya

Banyak inovasi lahir dari fase eksplorasi seperti ini.

Mengurangi Beban Kognitif di Awal

Perencanaan membutuhkan energi mental:

  • Membuat diagram
  • Menentukan abstraksi
  • Memikirkan edge case

Vibe coding menurunkan “barrier to start”, terutama:

  • Untuk pemula
  • Saat belajar teknologi baru

Sangat Efektif untuk Learning

Bagi engineer yang sedang belajar:

  • Melihat langsung efek perubahan kode
  • Trial-and-error mempercepat pemahaman
  • Lebih engaging dibanding teori murni

Selama tidak dibawa ke production, ini justru sehat.


CONS: Kekurangan dan Risiko Vibe Coding

Kode Sulit Dirawat (Low Maintainability)

Tanpa desain yang jelas:

  • Struktur tidak konsisten
  • Logika bercampur
  • Refactor menjadi mahal

Masalah ini biasanya baru muncul:

  • Setelah 3–6 bulan
  • Saat orang lain harus membaca kodenya

Sulit Diskalakan

Vibe coding jarang memikirkan:

  • Growth traffic
  • Penambahan fitur
  • Multi-team development

Akibatnya:

  • Setiap perubahan kecil bisa merusak banyak hal
  • Technical debt menumpuk cepat

Rentan Bug dan Edge Case

Karena fokusnya “yang penting jalan”:

  • Error handling sering diabaikan
  • Edge case tidak terpikir
  • Testing minim atau tidak ada

Risiko ini sangat berbahaya di production system.

Tidak Cocok untuk Kerja Tim

Dalam tim:

  • Setiap orang punya “vibe” berbeda
  • Tidak ada standar yang jelas
  • Code review menjadi sulit

Akibatnya:

  • Konflik antar engineer
  • Onboarding lambat
  • Knowledge terfragmentasi

Membentuk Kebiasaan Buruk (Jika Tidak Dikontrol)

Jika terlalu sering dilakukan:

  • Engineer terbiasa tidak berpikir desain
  • Sulit menjelaskan reasoning di balik kode
  • Bergantung pada trial-and-error

Dalam jangka panjang, ini menghambat growth sebagai engineer profesional.


Perbandingan Ringkas

AspekVibe Coding
Kecepatan awal✅ Sangat cepat
Maintainability❌ Rendah
Scalability❌ Lemah
Cocok untuk learning✅ Ya
Cocok untuk production❌ Tidak
Cocok untuk tim besar❌ Tidak

Kapan Vibe Coding Layak Digunakan?

Vibe coding masuk akal ketika:

  • Scope kecil dan sementara
  • Kode akan dibuang
  • Tujuan eksplorasi atau belajar
  • Time-to-market lebih penting dari kualitas jangka panjang

Kapan Vibe Coding Harus Dihindari?

Vibe coding harus dihindari ketika:

  • Kode akan masuk production
  • Banyak engineer terlibat
  • Sistem bersifat core / critical
  • Ada tuntutan reliability dan security

Pendekatan yang Lebih Sehat: Controlled Vibe Coding

Pendekatan ideal bukan menolak vibe coding sepenuhnya, tapi mengontrolnya:

  1. Vibe coding di fase eksplorasi
  2. Buang prototype
  3. Rancang ulang dengan struktur yang benar
  4. Implementasi ulang secara sadar

Dengan cara ini:

  • Kreativitas tetap ada
  • Kualitas tetap terjaga

Penutup

Vibe coding bukan musuh, tapi juga bukan solusi universal.

Masalah muncul bukan karena vibe coding, tapi karena vibe coding digunakan di konteks yang salah.

Engineer yang matang tahu:

  • Kapan boleh eksploratif
  • Kapan harus disiplin

Dan kemampuan membedakan dua fase ini adalah tanda engineer yang profesional.