Satu atau Terpisah? Strategi Measurement GA4 untuk Domain & Subdomain
3 min read

Satu atau Terpisah? Strategi Measurement GA4 untuk Domain & Subdomain

Dalam implementasi Google Analytics 4 (GA4), salah satu keputusan arsitektural yang sering dianggap sepele namun berdampak besar adalah: apakah subdomain perlu memiliki measurement (Measurement ID / Data Stream) sendiri atau tidak?

Kesalahan di tahap ini tidak langsung terlihat, tapi efeknya muncul di kemudian hari:

  • user count membengkak
  • funnel terputus
  • conversion attribution salah
  • insight jadi dangkal

Artikel ini membahas pendekatan yang benar, trade-off teknisnya, serta best practice nyata di dunia engineering.


Memahami Istilah: Property vs Measurement

Sebelum masuk ke keputusan, kita samakan istilah:

  • GA4 Property: wadah utama data analytics
  • Measurement ID (G-XXXX): identitas data stream (web/app)
  • Subdomain: bagian dari domain yang sama (blog.example.com, app.example.com)

Satu property bisa memiliki banyak measurement, tapi satu measurement hanya mewakili satu stream.


Dua Pendekatan Utama

Pendekatan A — Satu Measurement untuk Semua Subdomain

example.com
blog.example.com
app.example.com
   ↓
G-XXXXXXX

Semua domain & subdomain menggunakan Measurement ID yang sama.

Pendekatan B — Measurement Terpisah per Subdomain

example.com      → G-AAA
blog.example.com → G-BBB
app.example.com  → G-CCC

Setiap subdomain memiliki Measurement ID sendiri.


Pendekatan A: Satu Measurement ID

Kelebihan

User Journey Utuh

GA4 mengidentifikasi user berdasarkan cookie dan device signal. Dengan satu measurement:

  • user dari blog → app tetap dihitung 1 user
  • session tidak terpecah
  • funnel lintas subdomain bisa dianalisis

Ini sangat penting untuk:

  • content → signup funnel
  • SEO → conversion
  • SaaS onboarding

Attribution Lebih Akurat

Traffic source dari blog (organic, referral) tetap terbaca saat user melakukan konversi di app.

Jika measurement dipisah, attribution ini hilang sepenuhnya.

Lebih Sedikit Overhead

  • satu konfigurasi
  • satu event taxonomy
  • satu dashboard

Secara engineering, ini lebih sustainable.

Kekurangan

Data Tercampur

Page view blog dan app berada di dataset yang sama.

Namun ini bisa diatasi dengan:

  • hostname
  • page_path
  • custom dimension

Masalah ini bersifat reporting, bukan arsitektural.

Ownership Tim Kurang Jelas

Jika blog dan app dikelola tim berbeda, perlu effort tambahan untuk membuat report terpisah.


Pendekatan B: Measurement Terpisah

Kelebihan

Data Terisolasi Total

  • KPI jelas
  • tidak ada noise lintas domain
  • cocok untuk multi-produk

Cocok untuk Produk yang Benar-Benar Berbeda

Contoh:

  • blog publik
  • internal admin tool
  • dashboard khusus klien

Dalam kasus ini, memisahkan measurement adalah keputusan yang tepat.

Kekurangan (Kritis)

User & Session Terpecah

GA4 tidak bisa menggabungkan user antar measurement ID.

Dampaknya:

  • satu orang dihitung sebagai beberapa user
  • retention palsu
  • funnel rusak

Conversion Attribution Hilang

Signup di app tidak bisa dikaitkan dengan traffic blog.

Untuk bisnis berbasis funnel, ini fatal.

Over-Engineering

Banyak implementasi memisahkan measurement hanya demi “rapi”.

Hasilnya:

  • data sulit dianalisis
  • insight minim
  • keputusan salah

Decision Matrix

Gunakan tabel ini sebagai panduan praktis:

KondisiRekomendasi
Blog → App funnelSatu measurement
Satu produk SaaSSatu measurement
Subdomain beda bisnisPisah
Admin / internal toolsPisah
Tim terpisah totalPisah
SEO → Conversion trackingSatu measurement

Best Practice Hybrid (Pendekatan Ideal)

Pendekatan paling sehat di banyak sistem production:

Satu measurement ID, segmentasi di level report

Implementasi:

  • satu Measurement ID
  • bedakan dengan hostname
  • event naming konsisten

Contoh:

hostname = blog.example.com
hostname = app.example.com

Dengan ini, kamu bisa:

  • melihat data blog saja
  • melihat data app saja
  • menganalisis funnel lintas subdomain

Anti-Pattern yang Harus Dihindari

  1. ❌ Memisahkan measurement karena “biar rapi”
  2. ❌ Memisahkan tanpa memahami user journey
  3. ❌ Mengorbankan funnel demi isolasi data

Analytics bukan soal kerapian struktur, tapi kebenaran insight.


Rekomendasi Final

Jika subdomain:

  • masih satu ekosistem
  • satu user journey
  • satu tujuan bisnis

➡️ Gunakan SATU measurement ID

Pisahkan measurement hanya jika:

  • produk benar-benar berbeda
  • tidak ada funnel lintas domain

Penutup

Kesalahan arsitektur analytics jarang terlihat di awal, tapi mahal di belakang.

Dengan memilih strategi measurement yang tepat sejak awal, kamu memastikan:

  • data akurat
  • insight bisa dipercaya
  • keputusan engineering & bisnis tidak salah arah

Analytics yang baik bukan yang paling rapi, tapi yang paling jujur merepresentasikan perilaku user.