Satu atau Terpisah? Strategi Measurement GA4 untuk Domain & Subdomain
Dalam implementasi Google Analytics 4 (GA4), salah satu keputusan arsitektural yang sering dianggap sepele namun berdampak besar adalah: apakah subdomain perlu memiliki measurement (Measurement ID / Data Stream) sendiri atau tidak?
Kesalahan di tahap ini tidak langsung terlihat, tapi efeknya muncul di kemudian hari:
- user count membengkak
- funnel terputus
- conversion attribution salah
- insight jadi dangkal
Artikel ini membahas pendekatan yang benar, trade-off teknisnya, serta best practice nyata di dunia engineering.
Memahami Istilah: Property vs Measurement
Sebelum masuk ke keputusan, kita samakan istilah:
- GA4 Property: wadah utama data analytics
- Measurement ID (G-XXXX): identitas data stream (web/app)
- Subdomain: bagian dari domain yang sama (
blog.example.com,app.example.com)
Satu property bisa memiliki banyak measurement, tapi satu measurement hanya mewakili satu stream.
Dua Pendekatan Utama
Pendekatan A — Satu Measurement untuk Semua Subdomain
example.com
blog.example.com
app.example.com
↓
G-XXXXXXX
Semua domain & subdomain menggunakan Measurement ID yang sama.
Pendekatan B — Measurement Terpisah per Subdomain
example.com → G-AAA
blog.example.com → G-BBB
app.example.com → G-CCC
Setiap subdomain memiliki Measurement ID sendiri.
Pendekatan A: Satu Measurement ID
Kelebihan
User Journey Utuh
GA4 mengidentifikasi user berdasarkan cookie dan device signal. Dengan satu measurement:
- user dari blog → app tetap dihitung 1 user
- session tidak terpecah
- funnel lintas subdomain bisa dianalisis
Ini sangat penting untuk:
- content → signup funnel
- SEO → conversion
- SaaS onboarding
Attribution Lebih Akurat
Traffic source dari blog (organic, referral) tetap terbaca saat user melakukan konversi di app.
Jika measurement dipisah, attribution ini hilang sepenuhnya.
Lebih Sedikit Overhead
- satu konfigurasi
- satu event taxonomy
- satu dashboard
Secara engineering, ini lebih sustainable.
Kekurangan
Data Tercampur
Page view blog dan app berada di dataset yang sama.
Namun ini bisa diatasi dengan:
hostnamepage_path- custom dimension
Masalah ini bersifat reporting, bukan arsitektural.
Ownership Tim Kurang Jelas
Jika blog dan app dikelola tim berbeda, perlu effort tambahan untuk membuat report terpisah.
Pendekatan B: Measurement Terpisah
Kelebihan
Data Terisolasi Total
- KPI jelas
- tidak ada noise lintas domain
- cocok untuk multi-produk
Cocok untuk Produk yang Benar-Benar Berbeda
Contoh:
- blog publik
- internal admin tool
- dashboard khusus klien
Dalam kasus ini, memisahkan measurement adalah keputusan yang tepat.
Kekurangan (Kritis)
User & Session Terpecah
GA4 tidak bisa menggabungkan user antar measurement ID.
Dampaknya:
- satu orang dihitung sebagai beberapa user
- retention palsu
- funnel rusak
Conversion Attribution Hilang
Signup di app tidak bisa dikaitkan dengan traffic blog.
Untuk bisnis berbasis funnel, ini fatal.
Over-Engineering
Banyak implementasi memisahkan measurement hanya demi “rapi”.
Hasilnya:
- data sulit dianalisis
- insight minim
- keputusan salah
Decision Matrix
Gunakan tabel ini sebagai panduan praktis:
| Kondisi | Rekomendasi |
|---|---|
| Blog → App funnel | Satu measurement |
| Satu produk SaaS | Satu measurement |
| Subdomain beda bisnis | Pisah |
| Admin / internal tools | Pisah |
| Tim terpisah total | Pisah |
| SEO → Conversion tracking | Satu measurement |
Best Practice Hybrid (Pendekatan Ideal)
Pendekatan paling sehat di banyak sistem production:
Satu measurement ID, segmentasi di level report
Implementasi:
- satu Measurement ID
- bedakan dengan
hostname - event naming konsisten
Contoh:
hostname = blog.example.com
hostname = app.example.com
Dengan ini, kamu bisa:
- melihat data blog saja
- melihat data app saja
- menganalisis funnel lintas subdomain
Anti-Pattern yang Harus Dihindari
- ❌ Memisahkan measurement karena “biar rapi”
- ❌ Memisahkan tanpa memahami user journey
- ❌ Mengorbankan funnel demi isolasi data
Analytics bukan soal kerapian struktur, tapi kebenaran insight.
Rekomendasi Final
Jika subdomain:
- masih satu ekosistem
- satu user journey
- satu tujuan bisnis
➡️ Gunakan SATU measurement ID
Pisahkan measurement hanya jika:
- produk benar-benar berbeda
- tidak ada funnel lintas domain
Penutup
Kesalahan arsitektur analytics jarang terlihat di awal, tapi mahal di belakang.
Dengan memilih strategi measurement yang tepat sejak awal, kamu memastikan:
- data akurat
- insight bisa dipercaya
- keputusan engineering & bisnis tidak salah arah
Analytics yang baik bukan yang paling rapi, tapi yang paling jujur merepresentasikan perilaku user.