Menggunakan SCP untuk Transfer File dan Folder
3 min read

Menggunakan SCP untuk Transfer File dan Folder

SCP (Secure Copy Protocol) adalah tool berbasis command line yang digunakan untuk mentransfer file dan folder secara aman antara komputer lokal dan mesin remote. SCP berjalan di atas protokol SSH, sehingga seluruh proses transfer data terenkripsi secara default.

Dalam praktik sehari-hari, SCP sangat sering digunakan oleh engineer untuk:

  • Meng-upload file dari lokal ke server
  • Meng-download file dari server ke lokal
  • Memindahkan file atau folder antar dua server

Tanpa perlu tool tambahan, SCP biasanya sudah tersedia secara default di Linux dan macOS.


Sintaks Dasar SCP

Struktur dasar perintah SCP adalah:

scp [opsi] sumber tujuan

Keterangan:

  • opsi: parameter tambahan (misalnya -r, -P, -i)
  • sumber: file atau folder asal (lokal atau remote)
  • tujuan: lokasi tujuan (lokal atau remote)

Remote path ditulis dengan format:

user@host:/path/tujuan

Contoh Penggunaan SCP

Transfer File dari Lokal ke Remote

scp file.txt user@server:/home/user/

Perintah ini akan menyalin file.txt dari komputer lokal ke direktori home user di server.

Transfer File dari Remote ke Lokal

scp user@server:/home/user/log.txt ~/Downloads/

File log.txt dari server akan disalin ke folder Downloads di komputer lokal.

Transfer Folder Secara Rekursif

Untuk menyalin folder beserta seluruh isinya, gunakan opsi -r:

scp -r proyek/ user@server:/home/user/

Tanpa opsi -r, SCP tidak bisa menyalin folder.

Transfer Antar Dua Server

SCP juga dapat digunakan untuk memindahkan file langsung antar dua mesin remote:

scp user1@serverA:/data/file.zip user2@serverB:/backup/

Perintah ini biasanya dijalankan dari komputer lokal dan akan meng-copy file dari server A ke server B.


Opsi SCP yang Sering Digunakan

OpsiFungsi
-rCopy folder secara recursive
-PMenentukan port SSH (default: 22)
-pMenjaga permission dan timestamp file
-CMengaktifkan kompresi data
-iMenggunakan SSH private key tertentu

Contoh Menggunakan Port Custom

scp -P 2222 file.txt user@server:/home/user/

Contoh Menggunakan SSH Key

scp -i ~/.ssh/id_rsa file.txt user@server:/home/user/

Ini umum digunakan pada server cloud yang tidak mengizinkan login password.


Keamanan SCP

Karena SCP menggunakan SSH:

  • Data terenkripsi secara end-to-end
  • Autentikasi bisa menggunakan password atau SSH key
  • Aman digunakan di jaringan publik

Namun, SCP tidak mendukung resume transfer. Jika koneksi terputus, proses harus diulang dari awal.


Tips Praktis Penggunaan SCP

  • Gunakan absolute path untuk menghindari salah lokasi
  • Pastikan user remote memiliki permission write
  • Untuk transfer besar atau berulang, pertimbangkan rsync
  • Selalu cek port SSH jika koneksi gagal

Kapan SCP Tidak Disarankan?

SCP kurang cocok jika:

  • Transfer file sangat besar dan rawan terputus
  • Membutuhkan resume otomatis
  • Sinkronisasi folder secara berkala

Dalam kasus tersebut, rsync atau SFTP adalah pilihan yang lebih baik.


Kesimpulan

SCP adalah tool sederhana, cepat, dan aman untuk mentransfer file dan folder menggunakan SSH.

Dengan memahami:

  • Sintaks dasar
  • Opsi-opsi penting
  • Batasan SCP

kamu bisa menggunakannya secara efektif dalam workflow harian sebagai engineer atau DevOps.

Untuk kebutuhan yang lebih kompleks, SCP tetap menjadi fondasi penting sebelum beralih ke tool yang lebih advanced.