Hal Kecil tapi Penting Tentang Hasil Dart Format di Flutter
3 min read

Hal Kecil tapi Penting Tentang Hasil Dart Format di Flutter

Flutter menggunakan Dart sebagai bahasa pemrograman, dan Dart menyediakan code formatter bawaan (dart format) untuk merapikan kode secara otomatis. Formatter ini sangat membantu, terutama karena kode Flutter cenderung memiliki struktur UI yang dalam dan bertingkat (nested widgets).

Namun, ada satu hal kecil yang sering diremehkan, tetapi punya dampak besar terhadap hasil formatting kode Flutter. Banyak developer merasa hasil dart format kadang terlihat “aneh” atau terlalu melebar ke samping, padahal masalahnya bukan pada tool-nya — melainkan pada cara kita menulis kode sejak awal.

Artikel ini membahas little thing tersebut, kenapa ia penting, dan bagaimana pengaruhnya terhadap keterbacaan kode Flutter.


Masalah Umum: Hasil Dart Format Terlihat Tidak Rapi

Dalam Flutter, kita sangat sering menulis kode seperti ini:

Column(
  children: [
    Container(
      child: Row(
        children: [
          Text("Hello"),
          Icon(Icons.star),
        ],
      ),
    ),
  ],
);

Struktur widget bisa dengan cepat menjadi kompleks. Tanpa format yang baik, kode akan:

  • Sulit dibaca
  • Sulit dipahami hierarkinya
  • Rentan error saat diubah

Formatter Dart seharusnya membantu menyelesaikan ini. Tapi kenapa kadang hasilnya justru mengecewakan?


Hal Kecil yang Sering Dilupakan: Trailing Comma

Kunci utama dari hasil formatting Dart yang rapi adalah trailing comma (,).

Dart formatter menggunakan koma di akhir parameter sebagai sinyal bahwa:

“Bagian ini sebaiknya diformat ke beberapa baris.”

Tanpa koma tersebut, formatter akan berusaha membuat kode tetap dalam satu baris selama masih dianggap “cukup”.


Contoh Tanpa Trailing Comma (Hasil Kurang Ideal)

Perhatikan contoh berikut:

Column(
  children: [
    Text("Hello"),
    Icon(Icons.star)
  ]
)

Ketika dijalankan dart format, hasilnya bisa menjadi:

Column(children: [Text("Hello"), Icon(Icons.star)])

Secara teknis benar, tetapi:

  • Sulit dibaca
  • Struktur widget tidak jelas
  • Semakin buruk jika widget bertambah banyak

Contoh Dengan Trailing Comma (Hasil Jauh Lebih Rapi)

Sekarang perhatikan versi dengan trailing comma:

Column(
  children: [
    Text("Hello"),
    Icon(Icons.star),
  ],
);

Hasil dart format:

Column(
  children: [
    Text(
      "Hello",
    ),
    Icon(
      Icons.star,
    ),
  ],
);

Perbedaannya sangat terasa:

  • Struktur hierarki widget jelas
  • Mudah dibaca
  • Mudah di-maintain dan di-refactor

Kenapa Trailing Comma Sangat Penting di Flutter?

Beberapa alasan kenapa trailing comma sebaiknya menjadi kebiasaan:

  1. Membantu formatter memahami niat developer
  2. Menghasilkan indentasi yang konsisten
  3. Mengurangi konflik saat code review atau merge
  4. Meningkatkan keterbacaan pada widget kompleks

Di Flutter, keterbacaan kode UI sama pentingnya dengan logika bisnis.


Best Practice yang Disarankan

Beberapa praktik sederhana yang sebaiknya diterapkan:

  • Selalu tambahkan trailing comma pada parameter terakhir widget
  • Biarkan dart format bekerja secara otomatis
  • Terapkan aturan ini sebagai standar tim
  • Jangan melawan formatter — ikuti pola yang Dart sediakan

Kebiasaan kecil ini akan sangat terasa manfaatnya ketika proyek Flutter mulai membesar.


Kesimpulan

Trailing comma mungkin terlihat sepele, tetapi dampaknya sangat besar terhadap hasil formatting kode Flutter.

  • Tanpa trailing comma, formatter cenderung memadatkan kode
  • Dengan trailing comma, struktur widget menjadi jelas dan rapi
  • Kode lebih mudah dibaca, dirawat, dan dikembangkan

Dalam Flutter, little things matter. Memahami cara kerja dart format dan menulis kode dengan niat yang jelas akan membuat pengalaman development jauh lebih nyaman — terutama dalam jangka panjang.