Cost Reduction Opportunity: Cara Menurunkan Biaya Database Tanpa Mengorbankan Performa
Database sering menjadi salah satu komponen paling mahal dalam arsitektur sistem, terutama ketika aplikasi mulai scale dan traffic meningkat. Banyak tim fokus pada optimasi aplikasi atau infrastruktur, tetapi lupa bahwa pola penggunaan database adalah faktor utama yang mendorong cost.
Artikel ini membahas cost reduction opportunity di level database: pendekatan, mindset, dan praktik teknis yang bertujuan mengurangi biaya database tanpa mengorbankan reliability dan performance.
Gunakan Cache di Mana Pun Perlu dan Tepat
Mengapa Cache Sangat Efektif untuk Cost Reduction
Setiap query ke database:
- Menggunakan CPU
- Mengonsumsi memory
- Menggunakan I/O
- Menambah load koneksi
Cache memotong semua itu dengan:
- Mengurangi jumlah query
- Menurunkan load database
- Memungkinkan penggunaan instance database yang lebih kecil
Jenis Cache yang Umum Digunakan
- In-memory cache: Redis, Memcached
- Application-level cache: cache di layer service
- HTTP / CDN cache (untuk data publik)
Best Practice Penggunaan Cache
Cache data yang sering dibaca, jarang berubah
Gunakan TTL yang masuk akal, jangan infinite tanpa invalidation strategy
Hindari cache data yang:
- Sangat dinamis
- Sangat user-specific (kecuali memang dibutuhkan)
Prinsip sederhana: lebih baik membaca dari cache 1000x daripada query database 1000x.
Optimasi Query Lambat (Slow Query Optimization)
Dampak Query Lambat terhadap Cost
Query lambat bukan hanya masalah performance, tapi juga cost:
- CPU database tinggi lebih lama
- Lock lebih lama → query lain ikut melambat
- Instance perlu scale-up lebih cepat
Monitoring Slow Query
Beberapa tools yang umum digunakan:
- AWS RDS Performance Insights
- AWS CloudWatch (Slow Query Log)
- MySQL Slow Query Log
- PostgreSQL pg_stat_statements
- New Relic / Datadog / Dynatrace
Langkah Optimasi yang Berdampak Besar
- Tambahkan index yang tepat (bukan asal index)
- Hindari
SELECT * - Pastikan query menggunakan index (cek
EXPLAIN/EXPLAIN ANALYZE) - Pecah query kompleks menjadi beberapa query sederhana bila perlu
Satu query yang buruk bisa setara cost-nya dengan ribuan query yang optimal.
Pikirkan Efisiensi Database Saat Development Feature Baru
Cost reduction paling murah adalah mencegah desain buruk sejak awal.
Prinsip Dasar
- Jangan jadikan database sebagai “tempat logika”
- Jangan query database hanya karena “paling gampang”
- Selalu tanyakan: apakah ini benar-benar perlu ke database?
Contoh 1: Hitung Dinamis vs Precomputed Data
Kurang efisien:
- Setiap request menghitung total, agregasi, atau statistik dari tabel besar
Lebih efisien:
- Simpan hasil agregasi di tabel terpisah
- Update via event / background job
Dampak:
- Query lebih sederhana
- Load database turun drastis
Contoh 2: Polling vs Event / Push
Kurang efisien:
- Client polling database setiap beberapa detik
Lebih efisien:
- Gunakan event (message queue)
- Gunakan cache + invalidation
- Gunakan mekanisme push, jangan pull/polling saat third party membutuhkan update dari sistem kita
Dampak:
- Jumlah query berkurang signifikan
- Koneksi database lebih stabil
Right-Sizing Database Instance
Masalah Umum
- Database di-scale terlalu besar “untuk jaga-jaga”
- Instance jarang dievaluasi ulang
Best Practice
- Review penggunaan CPU, memory, dan I/O secara berkala
- Turunkan instance size jika utilisasi konsisten rendah
- Gunakan read replica hanya jika benar-benar dibutuhkan
Database yang over-provisioned = uang yang terbakar setiap jam.
Kurangi Beban Database dengan Arsitektur yang Tepat
Beberapa pendekatan arsitektur yang membantu cost reduction:
- Read / Write separation
- CQRS sederhana untuk kasus read-heavy
- Batch processing daripada real-time query berulang
Pendekatan ini bukan untuk semua sistem, tetapi sangat berdampak jika digunakan di konteks yang tepat.
Evaluasi Data Retention dan Archiving
Masalah yang Sering Terjadi
- Data lama tidak pernah dihapus
- Semua data disimpan di primary database
Solusi
Tentukan data retention policy
Archive data lama ke:
- Cold storage
- Data warehouse
Dampak langsung:
- Tabel lebih kecil
- Index lebih efisien
- Query lebih cepat dan murah
Penutup
Cost reduction di database bukan soal memotong fitur, tetapi soal:
- Desain yang lebih bijak
- Penggunaan resource yang tepat
- Kesadaran bahwa setiap query ada biayanya
Tim yang sadar cost sejak desain dan development akan:
- Lebih scalable
- Lebih stabil
- Lebih sustainable secara bisnis
Database yang sehat bukan yang paling besar, tapi yang paling efisien digunakan.