Cara Output String di 15 Bahasa Pemrograman Terpopuler
3 min read

Cara Output String di 15 Bahasa Pemrograman Terpopuler

Menampilkan string ke layar (output) adalah hal paling dasar dalam pemrograman. Saat mempelajari bahasa baru, contoh pertama hampir selalu adalah Hello World. Meski tujuannya sama, setiap bahasa punya pendekatan dan sintaks yang berbeda.

Sebelum masuk ke contoh kode, berikut adalah urutan 15 bahasa pemrograman terpopuler yang digunakan pada artikel ini.

Urutan ini disusun berdasarkan gabungan referensi industri, seperti:

Urutan Bahasa Pemrograman

  1. Python
  2. C
  3. C++
  4. Java
  5. C#
  6. JavaScript
  7. Go (Golang)
  8. PHP
  9. Rust
  10. TypeScript
  11. Kotlin
  12. Swift
  13. Ruby
  14. R
  15. Bash (Shell Script)

Setelah mengetahui urutannya, mari kita lihat bagaimana cara melakukan output string di masing-masing bahasa tersebut.


Python

Python dikenal sangat sederhana dan mudah dibaca.

print("Hello, World!")

Tidak perlu main, tidak perlu boilerplate.


C

Bahasa klasik yang masih menjadi fondasi banyak sistem.

#include <stdio.h>

int main() {
    printf("Hello, World!\n");
    return 0;
}

printf berasal dari standard library stdio.h.


C++

Evolusi dari C dengan paradigma OOP dan STL.

#include <iostream>
using namespace std;

int main() {
    cout << "Hello, World!" << endl;
    return 0;
}

cout adalah stream output standar.


Java

Sangat populer di enterprise dan backend.

public class Main {
    public static void main(String[] args) {
        System.out.println("Hello, World!");
    }
}

System.out.println otomatis menambahkan newline.


C#

Banyak digunakan di ekosistem .NET dan Windows.

using System;

class Program {
    static void Main() {
        Console.WriteLine("Hello, World!");
    }
}

Mirip Java, tapi lebih ringkas di versi modern.


JavaScript

Digunakan di browser dan backend (Node.js).

console.log("Hello, World!");

Output akan muncul di browser console atau terminal.


Go (Golang)

Populer untuk backend, microservices, dan cloud.

package main

import "fmt"

func main() {
    fmt.Println("Hello, World!")
}

Go mewajibkan struktur file yang eksplisit.


PHP

Masih sangat dominan di web development.

<?php
echo "Hello, World!";

echo adalah construct, bukan function.


Rust

Bahasa modern yang fokus pada safety dan performance.

fn main() {
    println!("Hello, World!");
}

println! adalah macro, bukan function.


TypeScript

Superset JavaScript dengan static typing.

console.log("Hello, World!");

Saat runtime, TypeScript dikompilasi menjadi JavaScript.


Kotlin

Bahasa modern yang menggantikan Java di Android.

fun main() {
    println("Hello, World!")
}

Lebih ringkas dibanding Java.


Swift

Bahasa utama untuk iOS dan macOS.

print("Hello, World!")

Sintaksnya mirip Python dalam kesederhanaan.


Ruby

Populer lewat Ruby on Rails.

puts "Hello, World!"

puts otomatis menambahkan newline.


R

Sering digunakan untuk data science dan statistik.

print("Hello, World!")

R berfokus pada data dan analisis numerik.


Bash (Shell Script)

Sangat penting untuk automation dan DevOps.

echo "Hello, World!"

Digunakan langsung di terminal.


Kesimpulan

Walaupun hanya mencetak string, contoh ini menunjukkan:

  • Setiap bahasa punya filosofi desain sendiri
  • Bahasa modern cenderung lebih ringkas dan readable
  • Bahasa sistem biasanya membutuhkan struktur dan boilerplate

Menguasai hal sederhana seperti output string adalah langkah awal untuk memahami karakter sebuah bahasa pemrograman.