Cara Output String di 15 Bahasa Pemrograman Terpopuler
Menampilkan string ke layar (output) adalah hal paling dasar dalam pemrograman. Saat mempelajari bahasa baru, contoh pertama hampir selalu adalah Hello World. Meski tujuannya sama, setiap bahasa punya pendekatan dan sintaks yang berbeda.
Sebelum masuk ke contoh kode, berikut adalah urutan 15 bahasa pemrograman terpopuler yang digunakan pada artikel ini.
Urutan ini disusun berdasarkan gabungan referensi industri, seperti:
- Survei tahunan Stack Overflow Developer Survey
- Indeks popularitas bahasa (misalnya TIOBE Index)
- Tren penggunaan di dunia industri (backend, frontend, mobile, data, dan DevOps)
Urutan Bahasa Pemrograman
- Python
- C
- C++
- Java
- C#
- JavaScript
- Go (Golang)
- PHP
- Rust
- TypeScript
- Kotlin
- Swift
- Ruby
- R
- Bash (Shell Script)
Setelah mengetahui urutannya, mari kita lihat bagaimana cara melakukan output string di masing-masing bahasa tersebut.
Python
Python dikenal sangat sederhana dan mudah dibaca.
print("Hello, World!")
Tidak perlu main, tidak perlu boilerplate.
C
Bahasa klasik yang masih menjadi fondasi banyak sistem.
#include <stdio.h>
int main() {
printf("Hello, World!\n");
return 0;
}
printf berasal dari standard library stdio.h.
C++
Evolusi dari C dengan paradigma OOP dan STL.
#include <iostream>
using namespace std;
int main() {
cout << "Hello, World!" << endl;
return 0;
}
cout adalah stream output standar.
Java
Sangat populer di enterprise dan backend.
public class Main {
public static void main(String[] args) {
System.out.println("Hello, World!");
}
}
System.out.println otomatis menambahkan newline.
C#
Banyak digunakan di ekosistem .NET dan Windows.
using System;
class Program {
static void Main() {
Console.WriteLine("Hello, World!");
}
}
Mirip Java, tapi lebih ringkas di versi modern.
JavaScript
Digunakan di browser dan backend (Node.js).
console.log("Hello, World!");
Output akan muncul di browser console atau terminal.
Go (Golang)
Populer untuk backend, microservices, dan cloud.
package main
import "fmt"
func main() {
fmt.Println("Hello, World!")
}
Go mewajibkan struktur file yang eksplisit.
PHP
Masih sangat dominan di web development.
<?php
echo "Hello, World!";
echo adalah construct, bukan function.
Rust
Bahasa modern yang fokus pada safety dan performance.
fn main() {
println!("Hello, World!");
}
println! adalah macro, bukan function.
TypeScript
Superset JavaScript dengan static typing.
console.log("Hello, World!");
Saat runtime, TypeScript dikompilasi menjadi JavaScript.
Kotlin
Bahasa modern yang menggantikan Java di Android.
fun main() {
println("Hello, World!")
}
Lebih ringkas dibanding Java.
Swift
Bahasa utama untuk iOS dan macOS.
print("Hello, World!")
Sintaksnya mirip Python dalam kesederhanaan.
Ruby
Populer lewat Ruby on Rails.
puts "Hello, World!"
puts otomatis menambahkan newline.
R
Sering digunakan untuk data science dan statistik.
print("Hello, World!")
R berfokus pada data dan analisis numerik.
Bash (Shell Script)
Sangat penting untuk automation dan DevOps.
echo "Hello, World!"
Digunakan langsung di terminal.
Kesimpulan
Walaupun hanya mencetak string, contoh ini menunjukkan:
- Setiap bahasa punya filosofi desain sendiri
- Bahasa modern cenderung lebih ringkas dan readable
- Bahasa sistem biasanya membutuhkan struktur dan boilerplate
Menguasai hal sederhana seperti output string adalah langkah awal untuk memahami karakter sebuah bahasa pemrograman.