Arsitektur: Website Sangat Hemat Biaya dengan Hugo + S3 + CloudFront + Cloudflare
Banyak perusahaan masih beranggapan bahwa website company profile, blog, atau bahkan news portal harus selalu dibangun di atas stack yang berat: server aplikasi, database, autoscaling, hingga tim ops yang siaga 24/7. Padahal, untuk mayoritas use case konten, pendekatan ini overkill dan mahal.
Artikel ini membahas sebuah arsitektur statis modern yang:
- Sangat murah
- Skalabel secara global
- Hampir tanpa maintenance
- Aman untuk SEO, AdSense, dan trafik besar
Stack utama yang digunakan: Hugo → S3 → CloudFront → Cloudflare
Pendekatan ini sudah terbukti stabil untuk blog teknis, company profile, hingga portal berita berbasis konten.
Gambaran Besar Arsitektur
[ Admin / Editor ]
|
| create / edit content
v
+---------------------+
| Admin Panel / CMS |
| (UI untuk editor) |
+---------------------+
|
| save / publish
| generate markdown + HTML
v
+---------------------+
| Hugo Service |
| (Build Layer) |
+---------------------+
|
| hugo build
v
+------------------+
| S3 |
| Static Hosting |
+------------------+
|
| origin
v
+------------------+
| CloudFront |
| Global CDN (AWS) |
+------------------+
|
| cached content
v
+------------------+
| Cloudflare |
| DNS + CDN + WAF |
+------------------+
|
v
[ End Users / Visitors ]
Diagram di atas menunjukkan bahwa server hanya ada di layer admin & build, bukan di runtime user request.
Peran Setiap Komponen
1. Admin Panel / Editor Layer
Layer ini adalah satu-satunya komponen yang bersifat dinamis dan hanya digunakan oleh internal (admin/editor).
Fungsi utama:
- UI untuk menulis & mengedit artikel
- Menyimpan draft
- Mengelola metadata (title, slug, tag, author, publish date)
- Mengizinkan HTML bebas di dalam konten
Saat editor menekan Save / Publish:
- Konten dikonversi menjadi Markdown + embedded HTML
- Admin panel tidak menyajikan konten ke publik
- Admin panel hanya bertugas mengirimkan task ke Hugo Service
Dengan pendekatan ini:
- Admin panel tidak perlu scalable
- Tidak perlu high availability
- Tidak menjadi bottleneck trafik
2. Hugo Service – Build & Generation Layer
Hugo di sini tidak berjalan sebagai tool manual, tetapi sebagai service khusus untuk build.
Perannya:
- Menerima task generate dari admin panel
- Menambahkan atau memperbarui file Markdown
- Menjalankan proses
hugo build - Menghasilkan HTML statis terbaru
Karakteristik penting:
- Tidak diakses publik
- Bisa berjalan sebagai container
- Bisa dipicu via API, message queue, atau webhook
Semua kompleksitas dipindahkan ke tahap build, bukan runtime.
Hugo berperan sebagai mesin build:
- Admin atau editor menulis konten dalam Markdown
- Diperbolehkan menyisipkan HTML bebas untuk kebutuhan khusus (diagram, embed, callout, schema)
- Semua logic diproses saat build, bukan saat user request
Output Hugo hanyalah:
- HTML
- CSS
- JavaScript
Tidak ada runtime dependency.
3. Amazon S3 – Static Object Storage
S3 digunakan sebagai:
- Penyimpanan hasil build Hugo
- Origin untuk CloudFront
Keunggulan utama:
- Biaya sangat rendah
- Tidak ada server
- Sangat stabil
S3 tidak tahu apa itu artikel atau halaman — ia hanya menyajikan file.
4. CloudFront – Global CDN AWS
CloudFront berfungsi sebagai:
- CDN global
- TLS termination
- Cache HTML statis
Manfaat utama:
- Latency rendah
- Request ke S3 sangat minim
- Skalabilitas otomatis tanpa konfigurasi rumit
5. Cloudflare – Edge Layer & Proteksi
Cloudflare ditempatkan di depan CloudFront, bukan menggantikannya.
Fungsinya:
- DNS
- CDN tambahan (edge caching)
- WAF & bot protection
- DDoS protection
Hasilnya:
- Trafik ke CloudFront semakin sedikit
- Biaya AWS makin ditekan
- Keamanan meningkat
Alur Kerja Konten
- Admin menulis artikel dalam Markdown
- HTML bebas dapat disisipkan jika diperlukan
- Hugo melakukan build statis
- Hasil build di-upload ke S3
- Cache CloudFront & Cloudflare di-refresh
- User mengakses konten dari edge terdekat
Tidak ada request yang memicu proses server-side.
Kenapa Arsitektur Ini Sangat Murah?
Apa yang Tidak Ada
- Server aplikasi
- Database
- Autoscaling group
- Runtime CPU & memory
- Patch OS
- Cold start
Apa yang Dibayar
- Storage (S3)
- Bandwidth (CDN)
- Request statis
Untuk kebanyakan company profile & blog:
Biaya bulanan bisa turun hingga puluhan kali lipat dibanding arsitektur tradisional.
Cocok untuk Use Case Apa Saja?
Sangat Cocok
- Company profile
- Blog engineering
- Blog marketing
- Documentation site
- News portal berbasis artikel
- Multi-subdomain content
Kurang Cocok
- Aplikasi dengan login kompleks
- Transaksi real-time
- Dashboard interaktif berbasis data dinamis
Namun bahkan pada kasus tersebut, konten statis tetap bisa dipisahkan menggunakan arsitektur ini.
SEO, AdSense, dan Keamanan
Karena output berupa HTML murni:
- SEO sangat optimal
- Crawl Google sangat cepat
- Aman untuk AdSense
- Mudah menambahkan JSON-LD
Ditambah Cloudflare:
- Rate limit
- Bot protection
- HTTPS otomatis
Kesimpulan
Arsitektur Hugo + S3 + CloudFront + Cloudflare adalah contoh nyata bahwa:
Website perusahaan tidak harus mahal untuk bisa cepat, aman, dan skalabel.
Dengan memindahkan seluruh kompleksitas ke build time, perusahaan bisa:
- Menghemat biaya
- Mengurangi beban operasional
- Fokus pada konten, bukan server
Untuk banyak use case konten, ini bukan kompromi — ini solusi ideal.